Orton Marine Service

Email : ortonmarineinfo@gmail.com

Ketahui 5 Fungsi ODME Dalam Industri Maritim

Dalam industri maritim biasanya memiliki aktivitas yang menyebabkan risiko pencemaran lingkungan, terutama akibat pembuangan limbah minyak ke laut. Untuk mengatasi masalah ini, beberapa regulasi sudah menetapkan penggunaan Oil Discharge Monitoring Equipment (ODME).

ODME merupakan sistem yang wajib dipasang pada kapal untuk mengontrol, memantau, hingga memastikan bahwa pembuangan limbah minyak ke laut dilakukan sesuai dengan regulasi internasional.

Yuk, kita cari tau lebih banyak tentang fungsi ODME dalam industri maritim. Dengan memahami pentingnya fungsi ODME, semua pihak dalam industri maritim bisa lebih sadar akan pentingnya kepatuhan terhadap aturan lingkungan demi menjaga ekosistem laut. 

Fungsi ODME Dalam Industri Maritim

Memastikan Kepatuhan terhadap Regulasi MARPOL Annex I

Marine Pollution atau biasa disingkat dengan MARPOL adalah regulasi yang mengatur pembuangan limbah kapal, termasuk minyak.

ODME memastikan bahwa kapal tidak membuang limbah dalam jumlah berlebihan yang dapat mencemari laut. Sehingga dapat memenuhi kepatuhan regulasi MARPOL Annex I.

Mendeteksi Kandungan Minyak dalam Air Limbah

ODME dilengkapi dengan sensor yang dapat menganalisis kadar minyak dalam air sebelum dibuang ke laut. Sistem akan menghentikan pembuangan secara otomatis, jika kadar minyak melebihi ambang batas yang seharusnya.

Mencatat Data Pembuangan untuk Audit dan Pemeriksaan

ODME memiliki sistem perekam data otomatis yang bisa menyimpan catatan setiap kali pembuangan dilakukan.

Data tersebut penting untuk inspeksi otoritas maritim. Hal ini juga memastikan bahwa kapal telah beroperasi sesuai dengan regulasi.

Mencegah Pencemaran Laut

Dengan memiliki ODME di industri maritim dapat meminimalisir pembuangan minyak ke laut. Hal ini bisa membantu menjaga kualitas air laut dan kelangsungan hidup ekosistem laut.

Meningkatkan Efisiensi Operasional Kapal

Adanya ODME, bisa membuat kapal lebih mudah mengelola limbah minyaknya dengan aman dan efisien. ODME membantu memisahkan minyak dari air sebelum dibuang agar tidak mencemari ekosistem laut. 

Hal ini karena pelanggaran lingkungan dapat berdampak buruk bagi citra perusahaan pelayaran. Sehingga menghindari kerusakan reputasi perusahaan.

Regulasi ODME

MARPOL Annex I

MARPOL merupakan konvensi internasional yang mengatur pencegahan pencemaran dari kapal. Secara khusus membahas pencemaran akibat minyak, termasuk persyaratan penggunaan ODME.

IMO Resolution MEPC.108(49) dan MEPC.240(65)

Kemudian, MEPC.108 (49) merupakan standar ODME untuk kapal tanker minyak yang berfungsi menentukan persyaratan teknis bagi ODME, termasuk metode analisis kandungan minyak dalam air buangan. 

Selain itu, ada MEPC.240 (65) untuk standar ODME untuk kapal kimia yang berfungsi menyesuaikan standar ODME agar dapat digunakan pada kapal yang mengangkut produk kimia dan minyak. Selain itu, regulasi ini mewajibkan pemantauan kandungan zat berbahaya lainnya selain minyak.

Inspeksi dan Sanksi terhadap Pelanggaran ODME

Selanjutnya supaya kepatuhan terhadap regulasi tetap terjaga, berbagai otoritas maritim melakukan inspeksi rutin terhadap ODME di kapal tanker. 

Inspeksi tersebut dilakukan oleh Port State Control (PSC) yang terletak di pelabuhan yang memeriksa apakah kapal mematuhi aturan MARPOL. Selain itu, ada juga otoritas lingkungan dan maritim internasional seperti IMO dan US Coast Guard.

Sertifikasi dan Pemeliharaan ODME

Kemudian supaya tetap memenuhi standar IMO, ODME di kapal harus mendapatkan sertifikasi dari lembaga klasifikasi maritim. Setiap ODME harus dirawat dan diuji secara berkala untuk memastikan bahwa sistem berfungsi dengan baik.

Cara Kerja ODME

Input Air Limbah dari Tangki atau Sistem Pembersihan

Pertama-tama, biasanya air yang mengandung minyak berasal dari slop tank yang menampung residu setelah pencucian tangki. Selain itu, air limbah berasal dari ballast tank dan bilge water yang merupakan limbah dari ruang mesin kapal

Proses Pemisahan Awal oleh OWS

Selanjutnya, OWS menyaring minyak dan memisahkan dari air laut menggunakan gravitasi dan coalescing filter yaitu alat yang menyatukan tetesan minyak. Setelah itu, minyak dialihkan ke slop tank.

Air hasil pemisahan tersebut kemungkinan masih mengandung minyak yang kurang dari 100 ppm, kemudian langsung dialirkan ke ODME untuk verifikasi akhir.

Analisis Kandungan Minyak oleh ODME

Setelah proses penyaringan, ODME mulai menganalisis komponen utama yang mengukur kandungan minyak dalam air (OCM), mengukur jumlah air yang akan dibuang dengan flow meter.

Juga mencatat lokasi geografis kapal saat pembuangan, mengatur dan mengarahkan aliran, hingga merekam seluruh data selama proses berlangsung menggunakan data logger.

Verifikasi Lokasi dan Kecepatan Kapal

Sebelum pembuangan dilakukan, ODME akan melakukan pengecekkan dan memastikan kapal berada diatas 50 mil dari garis pantai.

Untuk menghindari pencemaran memastikan kapal dalam kecepatan tertentu. Jika tidak sesuai, pembuangan tidak akan dilakukan dengan semestinya meskipun kadar minyak aman.

Pembuangan Air Limbah ke Laut 

Setelah seluruh kondisi terpenuhi, katup pembuangan akan terbuka otomatis dan air hasil penyaringan akan dibuang ke laut. ODME merekam semua parameter dan tersimpan di data logger untuk dilaporkan dalam oil record book.

Shutdown Otomatis Jika Terjadi Pelanggaran

Apabila selama proses pembuangan, kadar minyak tiba-tiba naik di atas 15 ppm, atau bahkan lokasi kapal berubah ke area terlarang. Maka, ODME akan menghentikan pembuangan dan mengalihkan air kembali ke slop tank.

Selain itu, ODME akan mengaktifkan alarm kepada operator dan merekam insiden tersebut untuk pelaporan dan investigasi lebih lanjut.

Manfaat Pengguna ODME

Mengurangi Dampak Pencemaran Ekosistem Laut

Dengan adanya ODME dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan karena pembuangan minyak terkontrol secara ketat. Jika kadar minyak melebihi batas, sistem otomatis mengalihkan air limbah ke slop tank dan menghentikan pembuangan.

Meningkatkan Efisiensi Operasional Kapal

ODME juga bisa terintegrasi dengan sistem manajemen limbah lainnya seperti OWS hingga Ballast System. Sehingga, menciptakan alur kerja yang lebih efisien dan terkoordinasi. Hal ini bisa menghemat waktu operasional saat di laut atau saat pencucian tangki.

Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan dan Reputasi Perusahaan

Bukti data dari ODME bisa ditunjukkan sebagai bagian dari sertifikasi ISO, audit lingkungan, atau bahkan laporan ESG. Sehingga, bisa membuktikan perusahaan berkomitmen terhadap perlindungan lingkungan laut.

Mematuhi Regulasi Hukum

Selain itu, ODME membantu kapal untuk mematuhi peraturan internasional yang ditetapkan IMO melalui MARPOL Annex I, khususnya tentang larangan membuang limbah minyak ke laut sembarangan.

Kesimpulan

Memiliki ODME bukan sekedar pilihan, tapi juga kebutuhan. Nah, nggak cuman tiu, Kesadaran dan kepatuhan kru kapal dalam mengoperasikan dan merawatnya adalah kunci utama keberhasilan sistem ini. 

Tanpa pemeliharaan yang baik, sensor bisa rusak, data bisa salah, dan kapal bisa menghadapi konsekuensi serius. Jangan biarkan kelalaian kecil berujung pada pencemaran yang besar. Pastikan sistem ODME di kapal Anda selalu dalam kondisi optimal dan sesuai regulasi!
Buat Anda yang ingin memastikan ODME kapal dalam kondisi baik, jasa kalibrasi dan service ODME dari Orton Marine Service bisa menjadi solusi terbaik. Untuk info lengkapnya bisa langsung hubungi kami dengan klik tombol whatsapp dibawah ini.